This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selamat Datang di Blog PNPM Mandiri Perdesaan-Bumi Bataraguru, Kab. Luwu Timur

Selasa, 29 Mei 2012

Pelatihan Kelompok SPP


PELATIHAN PENGURUS KELOMPOK SPP
SEBAGAI UPAYA MEMBANGKITKAN KESADARAN
BERORGANISASI PEREMPUAN
Oleh: Ruslan DM (Faskab Lutim)

Kelompok Simpan Pinjam Khusus Perempuan atau dalam perbendaharaan kata PNPM Mandiri Perdesaan lebih dikenal dengan singkatan SPP saja merupakan unsur yang sangat penting dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Karena harapan program terhadap kelompok ini sangat besar khususnya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada gilirannya akan berkontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menjadi tujuan dan cita – cita mulia PNPM mandiri Perdesaan.

Salah satu anggota SPP di Kecamatan Towuti pada saat diverifikasi
Harapan yang besar ini ternyata belum sepenuhnya diikuti dengan kondisi real dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan. Kelompok SPP yang diharapkan akan menjadi tonggak ekonomi masyarakat desa melalui kemampuan kelompok – kelompok perempuan, ternyata masih jauh dari harapan kita semua. Kelompok SPP yang diharapkan akan menjadi wadah utamanya bagi kalangan perempuan untuk membangun organisasi keuangan yang kuat yang dapat membantu mereka dalam memenihi kebutuhan bersama dan indifidu ternyata belum dapat dikatakan berhasil bahkan masih jauh panggang dari api. Kelompok SPP yang kita harapkan menjadi wadah bersama dalam membangun kesadaran kolektif, ternyata banyak yang disalah gunakan dengan mengatasnamakan anggota-anggotanya ternyata hanya dimanfatkan oleh oknum – oknum ketuanya. Kondisi ini yang saya saksikan dan alami  khususnya di beberapa kabupaten yang pernah saya tempati tugas.

Peserta Antusia mengikuti materi yang disajikan oleh FK
Kondisi tersebut diatas tidak boleh dibiarkan berlarut – larut, apalagi kalau kita sampai berlaku masa bodoh terhadap apa yang terjadi, karena jika hal ini berlanjut, maka alamat kegagalan sebagai fasilitator dalam mengawal upaya – upaya pemberdayaan masyarakat tentu patut kita sandang, fasilitator gagal dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berkelompok dan mengorganisasikan diri dalam sebuah wadah kelompok yang kuat. Dan jika kondisi ini berlanjut sampai akhir program, maka niscaya masyarakat  akan kembali pada titi nol seperti ketika program belum masuk di wilayah mereka, dan jika ini yang terjadi maka sudah pasti fasilitator akan menanggung dosa sosial yang berlenjutan dan pasti akan dimintai pertanggungjawaban kita di hadapan Allah SWT.

Peserta serius menyimak materi yang disampaikan oleh Faskab
Berdasarkan kondisi tersebut diatas, maka Pengurus BKAD Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur dan mendapat dukungan sepenuhnya dari Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator kabupaten merancang sebuah pelatihan penguatan kelompok SPP di kecamatan mereka dengan menggunakan dana dari surplus untuk alokasi kelembagaan (Pada awalnya rencana penggunaan dana surplus kelembagaan ini tidak disetujui oleh pihak FMS RMC V dengan alasan bahwa dana surplus alokasi kelembagaan tidak dapat digunakan untuk penguatan kelembagaan SPP karena kelompok SPP bukan bagian dari BKAD. Pikiran ini bertentangan dengan penjelasan PTO mengani pemanfaatan dana surplus untuk kelembagaan yang dapat digunakan untuk peningkatan kapasitas masyarakat). Dan setelah bermusyawarah pada tingkat kecamatan yang juga mendapat dukungan dari tim Fasilitator kecamatan dan Kabupaten, akhirnya disepakati bahwa pelaksanaan pelatihan Penguatan kapasitas bagi pengurus kelompok SPP di kecamatan Towuti dengan menggunakan dana surplus alokasi kelembagan harus tetap dijalankan karena tidak bertentangan dengan ketentuan program.


Faskab dan Kapolsek menjadi pada panel diskusi  
Pelatihan Penguatan Kapasitas bagi kelompok SPP ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran kalangan perempuan akan pentingnya mengelola organisasi kelompok dengan baik agar dapat menjadi wadah pengembangan ekonomi masyarakat khususnya bagi anggota – anggotanya. Pelaksanaan pelatihan ditetapkan selama dua hari yaitu dari Tanggal 15 – 16 Mei 2012 bertempat di gedung pertemuan Kecamatan Towuti.  Jumlah peserta yang hadir 75 orang dari 100 orang yang diundang dan merupakan perwakilan dari pengurus 60 kelompok SPP di kecamatan Towuti dimana masing – masing kelompok rata – rata diwakili satu orang walaupun ada beberapa kelompok yang diwakili oleh dua orang pengurus.

Adapun materi – materi yang disajikan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1.    Konsepsi PNPM Mandiri Perdesaan sebagai materi wajib untuk semua jenis pelatihan.
2.    Kebijakan PNPM mandiri Perdesaan mengenai Kelompok SPP
3.    Peran dan Partisipasi perempuan dalam pengembangan Ekonomi Kerakyatan.
4.    Strategi Kebijakan Pemerintah dalam mendukung pengembangan UMKM.
5.    Filosofi kelompok dan Tahapan perumusan Visi Kelompok
6.    Managemen dan Pengembangan Kelompok SPP
7.    Legalitas kelembagaan Kelompok paradigm Program
8.    Penguatan Administrasi Kelompok SPP
9.    Kearifan Lokal dalam Penanganan Masalah

Beberapa unsur penting melibatkan diri dalam menfasilitasi atau menjadi Narasumber dalam kegiatan Pelatihan ini diantaranya:
-       Kepala BPMPD Kabupaten Luwu Timur dengan materi: Peran dan Partisipasi perempuan dalam pengembangan Ekonomi Kerakyatan.

-       Camat Towuti: Strategi Kebijakan Pemerintah dalam mendukung pengembangan UMKM

-       Kapolsek Kecamatan Towuti dengan Materi: Kearifan Lokal dalam penanganan Masalah ( Diskusi Interaktif yang dipanel dengan Faskab)

-       Fasilitator Kabupaten Bidang Pemberdayaan: Filosofi kelompok dan tahapan perumusan Visi dan Misi Kelompok.

-       Fasilitator Kecamatan: Konsepsi PNPM Mandiri Perdesaan, Managemen Pengembangan Kelompok SPP, Penguatan Administrasi Kelompok SPP
-       Ketua BKAD Kecamatan Towuti : Legalitas kelembagaan kelompok paradigm program.

Foto bersama Pengurus BKAD, Faskab, dan FK-FT
Metode dan pendekatan yang diberikan juga beragam, dari unsur pemerintah lebih pada metode ceramah dan Tanya jawab sementara dari unsur Fasilitator dan BKAD menggunakan metode partispasi dan penugasan kelompok. Metode – metode dan pendekatan yang diberikan secara berbeda ini tidak membuat peserta bingung bahkan semakin memperkaya mereka dalam memahami beberapa materi dengan metode penyajian yang berbeda – beda.

Suasana pelatihan sangat hidup, peserta begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini, bahkan diantara peserta banyak yang membawa anak – anak mereka, sebagian sambil menggendong anak sambil menyimak dan mengikuti kegiatan diskusi kelompok, sebagian lagi anak – anakan yang sudah cukup besar bermain dihalaman gedung pelaksanaan kegiatan. Kondisi ini berlangsung selama dua hari pelaksanan kegiatan dan semangat peserta tidak kendur, hal ini terlihat pada saat penutupan kegiatan masih ada kurang lebih 70 peserta yang bertahan.

Sesaat sebelum diskusim kelompok sempatkan berfoto
Pemberian pemahaman dan pengetahuan selesai sudah, tinggal bagaimana melakukan penguatan – penguatan lanjutan agar benar – benar muncul kelompok – kelompok SPP atau kelompok simpan pinjam  yang benar – benar – benar melakukan kegiatan simpan pinjam untuk mendukung kebutuhan modal dan kebutuhan mendasar anggotanya dan tidak hanya menjadi kelompok pinjam – pinjam, semoga lahir kelompok SPP yang kuat dn mandiri dan tidak lagi menjadi kondisi seakan –akan berkelompok….. semoga pengurus kelompok yang sudah dilatih akan menjadi motovator bagi anggota kelompoknya dalam membangun kelembagaan kelompok yang kuat dan menjadi harapan bagi semua anggotanya. Amin.......

Senin, 09 April 2012

Rakorkab April 2012

 

INOVASI RAPAT KOORDINASI
PNPM MANDIRI PERDESAAN
KABUPATEN LUWU TIMUR

Banyak yang menganggap bahwa Kegiatan  Rapat Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan hanya sebagai rutinitas sehingga dalam mengikuti kegiatan ini, peserta tidak berpartisipasi secara aktif bahkan cenderung apatis, datang, duduk dan mendengarkan dengan cukup manis sambil menunggu kapan selesai dan pulang kembali ke lokasi masing – masing.

Kepala BPMPDK Kabupaten Luwu Timur membawakan materi Pelayanan Prima
Kondisi ini cukup dipahami oleh Ibu Andi Tabacina Ahmad, Kepala BPM dan Pemdes Kabupaten Luwu Timur yang baru manjabat sebagai kepala Badan pada tanggal 12 Maret 2012. Dalam Pandangan beliau kegiatan Rapat Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Luwu Timur harus dikelola lebih kraetif lagi misalnya dengan metode outbound. Kaban yang lebih suka dpanggil Andita ini akhirnya berdiskusi dengan timFaskab PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Luwu Timur mengenai peluang untuk mengemas kegiatan Rakor Kabupaten dalam bentuk kegiatan kelas dan kegiatan luar kelas. Gayung bersambut,karena tim Faskab juga mengharapkan pelaksanaan rakor kabupaten memberikan pembelajaran tidak hanya dari sisi informasi yang didapatkan tetapi diharapkan peserta juga mendapat pengalaman dan pembelajaran yang berarti dalam mengikuti kegiatan Rakor Kabupaten. Rakor Kabupaten ini akan dilaksanakan di Hotel Sinar Kasih Soroako, sebuah hotel tertua di wialayah Tambang Nikel ini.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, maka disusunlah jadwal pelaksanaan Rakor diman secara besarnya dapat digambarkan sebagai berikut:

1.    Hari Pertama adalah kegiatan full didalam kelas dengan materi – materi yang telah disiapkan oleh pihak Fasilitator Kabupaten bersama Panitia Pelaksanayaitu Region Kecamatan Wasuponda, Towuti dan Kecamatan Nuha.
2.    Hari kedua adalah kegiatan luar kelas yang dikemas dalam bentuk outbound, kegiatan ini berlangsung kurang lebih 8 Jam yang berlokasi di Sekitar Danau Matano, dan masih dilanjutkan dengan kegiatan kelas untuk mengikuti materi penguatan dengan judul pelayanan prima yang dibawakan oleh ibu Kepala Badan.


Kegiatan dalam kelas diisi dengan materi – materi sebagai berikut:
-       Informasi terkini khususnya yang berkaitan dengan hasil kinjungan Ibu Deputi Koorprov dibeberapa kecamatan ( Mangkutana, Tomoni dan Wotu) dimana masih menemukan beberapa kekurangan dalam hal pencatatan pembukuan UPK dan yang berkaitan dengan pengendalian dan pendampingan pihak Fasilitator Kecamatan. Materi ini secara bergantian disampaikan oleh Tim Faskab PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Luwu Timur.
-       ReFleksi Pengelolaan Kegiatan Prasarana Fisik (Pelelangan, Laporan prasarana dan Sertifikasi serta Trial) dibawakan oleh Fastekab (Guntur Amir)
-       Managemen Pengelolaan Pelatihan dan Pengelolaan Administrasi Program yang disampaikan oleh Faskab Pemberdayaan (Ruslan Daud Mendogu)
-       Evaluasi Laporan Keuangan dan Penanganan Maslah berdasarkan skala Prioritas yang dibawakan oleh Faskeu (Andi Narwis).

Metode yang digunakan adalah brainstorming, presentasi dan dialog. Para peserta cukup antusias dalam mengikuti tiga materi ini, diskusi dan dialog juga berlangsung cukup hidup antara pembawa materi dengan peserta yang terdiri dari unsur FK dan FT, Pengurus UPK, Pendamping Lokal dan unsur PjOK. Kegiatan dalam kelas ini berlangsung selama sehari penuh.

Jogging Pagi sebelum Outbound
Hari kedua adalah kegiatan luar kelas yang diawali dengan secara bersama – sama mengikuti Senam pagi yang pandu oleh instruktur professional yang khusus didatangkan dari Kota Masamba Kabupaten Luwu Utara. Kegiatan senam pagi berlangsung dari jam 6.00 Pagi hingga jam 08.00.

Setelah kegiatan Senam pagi usai, para peserta istrahat sejenak sampil sarapan pagi dan tepat jam 08.30 seluruh peserta bersama dengan Tim Koordinasi PNPM Mandiri Kabupaten Luwu Timur menuju lokasi kegiatan outbound yaitu dpinggir Danau Matano Soroako. Kegiatan Luar Kelas ini diawali dengan senam ketawa, sebuah senam untuk merilekskan pikiran masing – masing peserta dan membuang berbagai permasalahan yang menganggu pikirannya sehingga dapat  mengikuti kegiatan Outbounf dengan penuh kecerian.

Senam Ketawa untuk merilekskan pikiran
Pelaksanaan kegiatan outbound ini dipandu secara langsung oleh Sekeretaris BPM dan Pemdes Kabupaten Luwu Timur ( Ruslan R, M.Si). Berbagai permainan diberikan dan semua peserta hanyut dan serius dalam mengikuti setiap tahapan dan bentuk permainan yang diberikan oleh Instruktur begitupula dengan Ibu Andita (Kepala BPM dan Pemdes Kabupaten Luwu Timur) serta Ibu PjOK Kabupaten Luwu Timur ( Ibu Sumiaty Ilyas, M.Si). Kegiatan Outbund ini dapat digambarkan sebagai berikut:
1.    Berbaris berdasarkan unsur – unsur yang telah ditetapkan oleh pihak instrukur. Adapaun unsur kelompok yang ditetapkan adalah sebagai berikut: 1. Unsur PjOK, Satker dan Unsur Tim Faskab. 2. Unsur Pengurus UPK dan Pendamping local. 3. Unsur Fasilitator Pemberdayaan dan 4. Unsur Fasilitator Teknik.

Ha..hu... sambil maenyebutkan nama 5 orang kiri kanan
2.    Membuat lingkaran Kecil dan Lingkaran besar. Pada kegiatan ini Instruktur menginstruksikan pada  para Peserta jika berdiri menghadap kedepan, maka semua peserta meneriakkan kata Hu. Dan Jika Berdiri membelakangi, maka peserta meneriakkan kata Ha…. Dan jika berdiri menyamping maka seluruh peserta meneriakkan kata ha… hu… berulang – ulang sambil mengoyangkan badan meniru gaya gorilla. Permainan ini berlanjut, jika instrukutr menyebutkan kata Hu … pada salah seorang peserta, maka peserta yang ditujuk harus mampu menyebutkan nama lima orang yang berdiri disamping kanannya, dan jika mengatakan ha…, maka peserta yang ditujuk harus mampu menyebutkan 5 nama peserta yang berada di samping kirinya., Bagi yang tidak dapat menyebutkan secara lengkap maka peserta tersebut akan mendapat hukuman dengan bentuk hukuman ditentukan oleh peserta, tentu saja hukukamn yang diberikan adalah hukuman yang menghibur, misalnya diminta menyanyikan lagu – lagu lucu atau menirukan gaya salah satu binatang.

3.    Kegiatan berkutnya peserta diminta untuk berbaris dimasing – kelompok berdasarkan tahun kelahiran, mulai dari paling kecil yang dilanjutkan dengan peserta dimnita untuk membentuk barisan berdasarkan pada urutan nomor sepatu dari yang paling kecil sampai yang besar. Kelompok yang dapat membtuk barisan paling cepat mendapatkan hadiah tepuk tangan dari para peserta dan pihak Instruktur.

Ayo siapa yang paling panjang barisannya......
4.    Tahapan selanjutnya peserta diminta untuk membuat barisan dengan bergandengan tangan sepanjang yang bisa dilakukan dengan catatan tidak boleh terputus, untuk dapat membuat barisan yang terpanjang, maka peserta dioblehkan untuk menggunakan apa saja yang ada pada badannya yang sedang dipakai, maka masing – masing kelompok berupaya menggunakan apa saja yang dimilikinya seperti baju, Tali sepatu agar dapat menjadi barisan yang paling panjang. Sesi ini kelompok FT dinyatakan sebagai kelompok dengan baris paling panjang.

Bisa gak balikkan badan tanpa mlepas pegangan????
5.    Seluruh Kelompok kembali untuk membuat lingkaran kecil masing – masing kelompok dengan cara bepegang tangan dan saling berhadap – hadapan . Instruksi yang diberikan oleh oleh instrutur adalah semua kelompok harus dapat membalikkan badang dan saling membelakangi dengan tidak melepaskan pegangan tangan masing – masing ( Kelompok yang terlihat melepaskan tangan dianggap gugur). Tahap ini yang dianggap paling cepat melakukan adalah kelompok UPK.

Ibu kaban turut serta dalam acara outbound, salut buat Ibu
6.    Kelompok kembali pada barisannya masing – masing dan masih dalam bentuk lingkaran kecil, dimana tetap berpegangan tangan,  namun tangan yang dipegang harus melewati selangkangan orang memiliki tangan. Masing – masing kelompok  berlomba memasukkan Lingkaran Hulahu dari satu anggota kelompok ke lainnya sampai pada orang terakhir. Instruksi yang diberikan oleh Instruktur adalah dengan posisi yang ada masing – masing kelompok berlomba untuk memindahkan hulahu dari satu peserta ke peserta lainnya hingga orang pertama dengan catatan tangan ytidak boleh terlepas. Kelompom yang paling cepat  elakukan adalah kelompok Satker Kabupaten dengan tidak ada kesalahan yang dibuat.


Memindahkan gelang hulahu tampa lepas tangan
7.    Masih dengan posisi lingkaran yang sama, masing – masing kelompok dimasukkan tali yang melewati tangan yang dimsukkan pada selangkangan masing – masing peserta, Pada tahapan ini peserta atau kelompok akan berlomba melepaskan tali yang ada tanpa harus melepaskan pegangan tangan. Pada tahapan ini, Instruktur harus mengulang beberapa kali karena ada saja kelompok yang salah dalam melakukan sesuai yang diinstruksikan.Setelah semua siap, maka Instruktur memberikan aba – aba untuk mulai, maka semua kelompok berusaha menjadi yang tercepat dalam melepaskan tali tanpa harus melepaskan pegangan tangan. Tahap ini yang paling cepat melakukan adalah tetap kelompok Tim Satker Kabupaten bersama Tim Faskab.

Bolanya jangan sampai jatuh yah....
8.    Kegiatan Selanjutnya adalah Perlombaan membawa bola plastic diatas tandu dengan cacatan bola yang ada tidak boleh jatuh. Pada sampai diujung lapangan harus dilanjutkan oleh dua anggota Tim yang sudah siap dengan cara membawa bola  dengan cara dijepit diperut sampai pertengahan lapangan. Dan dipertengahan lapangan dua orang anggota Tim yang sudah siap dan harus membawa bola dengan cara jepit dipunggung masing – masing. Keduanya harus membawa bola tersebut sampai di garis star. Pada Sesi pertama yang berlomba adalah Tim Satker Vs Tim UPK dan  PL yang dimenangkan oleh Tim UPK. Sesi kedua yang berlomba adalah Tim FK Vs Tim FT yang dimenangkan oleh Tim FT. Pada acara Final Tim FT melawan Tim UPK dimenagkan oleh Tim UPK.

Ayo.... siapa cepat sampai di finish.....
9.    Kegiatan Selanjutnya adalah perlombaan adu kecepatan dengan cara menginjak kayu yang dipegang oleh masing – masing anggota kelompok sampai pada garis finis yang telah ditentukan. Pada tahap ini masing – masing anggota kelompok sebanyak 10 orang saling berhadap – hadapan dengan memegang sepotong kayu yang akan dijadikan pijakan oleh salah satu anggota kelompok untuk mencapai finis. Anggota kelompok yang naik dikayu tidak boleh jatuh sampai diakhir tempat yang ditetapkan sebagai garis finis. Bukan saja dibutukan kekuatan fisik tetapi juga kecerdasan untuk berpindah agar yang ditugasi berjalan diatas kayu – kayu yang dipegang tadi tidak terjatuh yang berakibat pada didiskualifikasinya kelompok yang melanggar. Tahap Pertama Tim Satker melawan Tim UPK dan dimenangkan oleh Tim UPK. Tahap kedua mTim FK melawan Tim FK dan dimenagkan oleh tim FT. Pada saat Final yang menjadi terbaik adalah Tim UPK.

Diantara beberapa kegiatan outbound sebagaimana yang disebutkan diatas, masih ada beberapa kegiatan yang cukup memberikan semangat bagi para peserta untuk terlibat dan berapartisipasi aktif tanpa melihat perbedaan posisi, semuanya menjadi satu saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Kegiatan Outbound diakhiri dengan acara refreshing mandi – mandi di Danau Matono, yang merupakan salah satu danau terdalam di dunia. Badan kembali segar dan siap lagi untuk mnegikuti kegiatan selanjutnya.

Setelah makan siang, para peserta kembali ke hotel dan beristrahat sejeknak untuk menghilangkan penat selama kegiatan Outbound. Tepat pada pukul 14.00, kegiatan kelas dilanjutkan dengan materi Pelayanan Prima ,yang lamgsung dibawakan oleh ibu kepala BPM dan Pemdes Kabupaten Luwu Timur ibu Andi Tabacina Ahmad, M.Si yang lebih suka kalau dipanggil Andita. Menurut Andita Inti dari Pelayanan Prima adalah akumulasi dari Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap, lebih lanjut beliau mengatakan bahwa pelayana prima adalah pelayanan yang dilakukan dengan hati dan penuh keikhlasan atau Fibrant Facilitation. Beberapa catatan materi tentang pelayanan prima adalah sebagai berikut:
1.    Rapat Koordinasi jangan dianggap sebagai rutinitas, tetapi yakin saja pasti ada tambahan nilai yang didapat dari kegiatan Rakor baik disadari maupun tidak disadari.
2.    Teori sebaik apapun, jika tidak ditunjang sinergitas antara otak kiri dan otak kanan, maka hasilnya akan kurang bermanfaat.
3.    Orang bisa bertahan hidup tanpa makan beberapa hari, tetapi hidup tanpa harapan kadang – kadang dapat  membunuh.
4.    Sebagai Fasilitator masyarakat, maka harus menerapkan pelayanan prima dalam setiap kegiatan.
5.    Teori dan aplikasi harus berjalan seimbang dan sinergis, tidak boleh yang satu dianggap lebih penting dari yang lainnya.
6.    Pelayanan prima adalah bekerja dengan cinta, sepenuh hati dan ihlas.Bekerja karena kesadaran ingin membangun bukan karena mengharapkan materi.

Metode Rakor ini sangat berkesan diantara para peserta dan berharap agar Rakor – rakor selanjutnya selalu ada inovasi yang diciptakan agar Rakor benar – benar dapat memberikan pembelajaran bagi semua yang hadir. Dengan metode baru ini, tercatat semua unsur yang harus hadir, semuanya hadir  sampai pada acara penutupan rakor. Kondisi yang belum pernah terjadi dalam sejarah Pelaksanaan Rakor PNPM Mandiri Perdesaan di Bumi Batarguru ini Kabupaten Luwu Timur yang merupakan harapan semua Fasilitator dan Pelaku – pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Paling Ujung Sulawesi Selatan ini. 

Kamis, 22 Maret 2012

Pelatihan Advokasi Hukum dan CBM


RBM PNPM LUTIM
GELAR PELATIHAN  ADVOKASI HUKUM      DAN Community Based Monitoring (CBM)

Suasana Pelatihan Advokasi Hukunm dan CBM Kab. Lutim
Salah satu agenda utama Ruang Belajar Masyarakat (RBM) PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Luwu Timur  adalah melaksanakan pelatihan Advokasi dan pelatihan Community Based Monitoring (CBM). Kedua kegiatan pelatihan ini sudah direncanakan pelaksanaannya pada bulan Desember 2011, namun karena kesibukan para pengelola RBM sehingga kedua kegiatan pelatihan ini baru dapat dilaksanakan pada bulan Maret 2012.

Kegiatan Pelatihan ADvokasi dan CBM ini berlangsung selama 4 Hari dengan pembagian; dua hari untuk kegiatan Pelatihan Advokasi dan Dua hari untuk kegiatan pelatihan CBM dan keduanya dilaksanakan di hotel Melati Mekar Tomoni Kabupaten Luwu Timur dengan jumlah peserta 70 orang yang merupakan perwakilan dari masing – masing kecamatan lokasi PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Luwu Timur (11 kecamatan). Kedua kegiatan pelatihan ini adalah pelatihan lanjutan dimana pelatihan dasar telah dilaksanakan pada bulan Desember 2011.

Pada pelatihan ini, beberapa materi yang disajikan adalah pengembangan dari materi pelatihan dasar yaitu:
1.    Memahami Politik
2.    Merencanakan Advokasi
3.    Melakukan Advokasi

Sementara untuk kegiatan pelatihan CBM, materi – materi yang disajikan adalah:
1.    Mekanisme pemantauan berbasis Masyarakat
2.    Teknik Pemantauan
3.    Mekanisme pelaporan pemantauan

Dikusi kelompok tentang hak masyarakat
Materi – materi yang disajikan memang tidak terlalu banyak karena metode yang dikembangkan adalah metode partisipatif dan telah disajikan pada pelatihan dasar sebelumnya. Pada pelatihan lanjutan ini, peserta lebih banyak diajak untuk mengalisa sinergita antara pengetahuan mereka akan konsepsi advokasi hukum dan Community Based Monitring dengan pengalaman mereka dalam mengahadapi permasalahan yang memiliki korelasi dengan advokasi hukum dan pemantauan berbasis masyarakat dan selanjutnya mencari solusi alternative untuk dan aplikabel dam mudah diterapkan oleh banyak pihak pada tingkat lapangan.

Kegiatan ini selaian di fasilitasi oleh Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan, juga menghadirkan fasilitator Eksternal yaitu: H. Andi Jamaluddin (Penggiat pemberdayaan masyarakat) dan Bapak Firdaus (praktisi advokasi hukum dan pendamping hukum masyarakat/ mantan SPTR Provinsi Maluku Utara) Kedua pemateri eksternal ini sangat mampu membawa peserta untuk terlibat secara aktif dan menyeluruh dalam membahas dan mendiskusikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi dalam kapasitas mereka sebagai pelaku program dari unsur masyarakat.

Metode partisipatif yang dikembangkan oleh semua fasilitator pelatihan baik dari pihak internal maupun dari pihak eksternal sangat membantu peserta untuk melibatkan diri secara total pada semua tahapan kegiatan pelatihan dan hal ini diakui secara langsung oleh beberapa perwakilan peserta bahwa mereka merasa cukup aktif dalam berdiskusikarena metode yang dipilih oleh para fasilitator memberikan keleluasaan bagi mereka dalam mengeksplorasi pemahaman dab pegetahuan mereka yang disharingkan dinatara peserta dan fasilitator.

Kedua kegiatan ini ditutup dengan menyusun RKTL dan Rencana Strategis masing – masing Tim Kecamatan yang berkaitan dengan pelaksanaan advokasi hukum dan pemantauan berbasis masyarakat untuk lokasi masing – masing. Pengetahuan sudah didapat, pemahaman juga sudah dimiliki oleh peserta, begitu pula dengan keterampilan sudah mereka miliki, tinggal mengimplementasikan apa yang diketahui, dipahami, dan bisa melakukan pada lokasi masing – masing. Karena pengetahuan, pemahaman dan keterampilan tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat jika tidak diimplementasikan pada tingkat lapangan____ semoga penguatan kapasitas ini menjadi titik awal terjadinya perubahan pada masyarakat yang pada gilirannya akan berkontribusi dalam membantu masyarakat dalam meraih impian kemandirian dan keberdaayaannya. Aminnnnn….

Rabu, 14 Maret 2012

UPK KAB. LUTIM BERLOMBA BANGUN KANTOR

Kantor UPK Mangkutana Kabupaten Luwu Timur berdiri tahun 2011
Memiliki Kantor sendiri adalah dambaan para pengurus Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Luwu Timur. Sebagai sebuah lembaga pengelola keuangan masyarakat di tingkat kecamatan, maka UPK perlu didukung oleh sarana yang representatif untuk menjalankan dan mengembangkan dana bergulir yang dikelolanya dan tentu saja salah sarana yang akan sangat mendukung pengembangan kegiatan dana bergulir di tingkat kecamatan adalah tersedianya kantor sendiri bagi UPK dalam menjalankan tigas dan tanggungjawabnya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan dana bergulir di kecamatan masing - masing.
Berdasarkan pemikiran diatas, maka para pengurus UPK di 11 kecamatan kabupaten Luwu Timur sangat terpacu untuk merealisasikan cita - cita dan harapan masyarakat untuk membangun kantor sendiri. Karena para pengurus UPK menyadari bahwa keberadaan sarana yang representatif dan memadai dalam mengelola kegiatan dana bergulir sangat menunjang pengemabangan dana bergulir itu sendiri. Harapan UPK ini didukung oleh keputusan masyarakat yang bulat melalui forum MAD Pertanggungjawaban UPK di masing - masing kecamatan yang mengamanhkan agar UPK segera merealisasikan rencana pembangunan Kantor sendiri.
Dari 11 Kecamatan lokasi PNPM Mandiri Perdesaan dai Kabupaten Luwu Timur, tahapan pengadaan Kantor UPK berbeda satu dengan yang lainnya. Sampai dengan bulan Maret 2012 ini tercatat tealah ada dua kecamatan yang telah merealisasikan pembanguna Kantor UPK yaitu Kecamatan Mangkutana dan Kecamatan Malili. Kecamatan Mangkutana dapat merealisasikan pembangun Kantor UPKnya pada tahun 2010 yang lalu dan pemanfaatannya secara resmi opada thun 2011. Sementara UPK Kecamatan Malili dapat merealisasikan pembangunan Kantprnya pada tahun 2012 ini.

Adapun sembilan kecamatan lainnya baru pada penyediaan lahan pembangunan Kantor. Dari sembilan UPK yang sudah memiliki lahan lokasi pembanguna Kantornya, UPK Kecamatan Angkona akan merealisasikan pembanguna Kantor UPK pada pertengahan tahun 2012 ini. Sementara kecamatan lainnya akan menyusul dalam merealisasikan pembangunan kantor UPKnya.

Kantor UPK Malili Kabupaten Luwu Timur berdiri tahun 2012
Dengan berdirinya dan telah dimanfaatkannya dua kantor UPK di kecamatan Mangkutana dan kecamatan Malili, maka mendorong pengurus UPK - UPK lainnya untuk segera merealisasikan rencana pembangunan kantornya. Dan berdasarkan perencanaan dari masing - masing UPK, Insya Allah pada tahun 2014, semua UPK di kabupaten Luwu Timur akan memiliki kantor sendiri dan kondisi ini akan tercatat sebagai sebuah ukiran sejarah dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan di seluruh Indonesia bahwa Bumi Bataraguru kabupaten Luwu Timur adalah Kabupaten Pertama di Indonesia yang semua UPK kecamatannya telah memiliki kantor sendiri.

Dengan adanya renmcana mulia ini, maka semua pihak terkait mulai dari unsur fasilitator maupun dari unsur masyarakat khususnya BKAD dan BPUPK dan pelaku -pelaku lainnya harus bahu membahu dalam membantu pengurus UPK untuk dapat mengembangkan pengelolaan dana bergulir baik secara kuantitas terlebih -lebih secara kualitas. Utamanya dalam merancang strategi untuk meminimalisir terjadinya tunggakan di kelompok - kelompok perempuan pemanfaat dana bergulir dan membuat rancangan strategi untuk mngurangi jumlah tunggakan dari waktu ke waktu.

Pihak pemerintah dari tingkatan paling bawah hingga tingkat paling atas di level kabupaten, jugta harus memberikan dukungan maksimal dan berkelanjutan khususnya dalam memberikan pemahaman pada masyarakat pentingnya kejujuran dan sifat amanah dalam memanfaatkan dana - dana bergulir yang diberikan oleh masing - masing UPK.

Dengan kebersamaan dan kerja sama diantara semua pihak, maka Harapan mewujudkan pembanguna  Kantor UPK di semua kecamatan akan segera terwujud. Amin.....

Senin, 12 Maret 2012

UPK MALILI MEMILIKI KANTOR SENDIRI

Kantor Baru UPK Malili Kabupaten Luwu Timur
Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur akhirnya dapat menempati Kantor Baru. Stelah penantian yang cukup panjang yang diringi dengan kesabaran dan ketekunan menabung dari tahun 2007 kini harapan dan cita -cita pengurus UPK dan MasyarakatMalili terwujud sudah. Sebuah bangunan yang cukup megah yang akan menjadi pusat pelaksanaan pelayanan masyarakat dalam berbagai bidang khususnya pengelolaan dana bergulir PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Malili Kabupaten Lutim dengna total anggaran kurang lebih 200 juta kini menjadi kenyataan.
Untuk Merealisasikan terbangunnya Kantor UPK ini, para pengurus UPK yang mendapat dukungan masyarakat, para pekau PNPM Mandiri Perdesaan, Fasilitator dan semua pihak, maka pengurus UPK sedikit demi sedikit menyisihkan anggaran diawali dengan pembelian sebidang tanah pada tahun 2007. Setiap tahun pengurus UPK mengalokasikan dana pembangunan Kantor melalui RAO mereka. dan setelah berjalan lima tahun, akhirnya Kantor yang dinanti - nantikan itu kini telah terbangun dengan megahnya.
Dengan terbagunnya Kantor baru ini, Insya Allah akan semakin memompa semangat para pengurus UPK dalam memajukan pengelolaan dana bergulir di kecamatan ini.
Ada beberapa agenda penting yang akan direalisasikan antara lain merumuskan strategi untuk pengelolaan pengembalian tunggakan kelompok dan juga rencana strategis dalam membangun kelompok - kelompok perempuan yang mandiri dan berdaya melalui kelompok executing. Selamat atas terbagunnya Kantor Baru UPK Kecamatan Malili, semoga menjadi pendorong semangat untuk lebih maju dan memandirikan masyarakat khususnya masyarakat miskin di kecamatan ini.